Senin, 09 September 2013

Kau akhiri ini semua



Kau akhiri…
Kau hempaskan aku tak berdaya
Ketika peluk aku tak lagi berarti
Tlah aku berikan yang mampu aku beri
Namun tak puaskah hatimu

Kau memilih bersamanya
Dia yang baru hadir dihatimu
Dia yang mulai bahagiakanmu
Kini aku semakin terhempas jauh disini

Minggu, 07 Juli 2013

Bunda (Asih Dewayanti)



Bunda
Hadirmu pernah menjadi pelipur lara aku,
Tatapmu pernah jadi penyemangat aku,
Kasih sayangmu pernah sirami kesendirian aku,
Cintamu pernah damaikan hari-hari aku,
Kita satu, saling menggerti dan memahami.

Namun Kini semua mulai hilang,
Bukan hati menghindar atau menjauh,
Hanya mulai tercipta bahasa yang kita tidak mengerti,
Ada celah penghalang di kisah ini,

Andai sekarang kita mengerti bahasa itu,
Mungkin kini aku tlah critakan kisah sang elang perkasamu
Yang tlah jauh terbang untuk mencari merpatinya,
Dan sekarang sang elang sedang hinggap pada kejenuhan,

To be continue.. .. ..

Jumat, 28 Juni 2013

Masa Lalu yang pernah ada



Jika aku mampu melukis pelangi di snyummu
Akan aku berikan segalanya dan aku serahkan smuanya
Tapi pinta aku
cintai aku dengan senyummu dan candamu
semua bisa aku lakukan untukmu
tetepi jangan pinta untuk jauh darimu

ada yang ingin aku tanya
seseorang yang bisa kau pilih
seseorang yang bisa kau cinta
seseorang yang bisa kau bahagiakan
seseorang yang bisa kau dekap selamanya
apa itu aku atau dia yang entah dimana?

Saat Diam Aku



Untuk semua yg tak bisa diucapkan
Untuk semua yg tak bisa dilalukan dengan perbuatan
Dan hanya hatilah yang mengetahui kerahasiaan rasa yg tumbuh
Dan hilang menegangkan

Disaat ku mengenalmu
Kau tak menghiraukan diriku
Disaat ku melupakanmu
Kau datang menghampiri

Apa yang harus aku lakukan
Untuk semua perasaan
Yang tumbuh, dan hilang
Walau hanya sebuah kenangan

Yang bisa menenangkan
Semua yang telah ku korbankan
Demi rasa yang ada dihatiku yang dalam
Dan hanya bisa terlupakan

Senandung Rindu

Aku bersandar pada pembatas kenyataan dan impian,
bukankah kau mencintaiku tanpa syarat?
 ketika batas siang dan malam begitu tak berjarak,
 meski kita tak terjembatani,
kau bertahan pada sesuatu yg erat kau genggam.

Apa yang membuat matamu teguh menatapku,
 hingga pedang tajam mencabik dan kau tetap disini,
 merobek kesadaran dan keikhlasanmu,
 aku tak lebih dari sepotong waktu,
menjelma sekejap lalu lenyap.

Kita takkan berjalan disepanjang barisan pinus,
 mencium aroma tanah dan menyentuh dedaunan.
 tak mampu berlarian di pesisir pantai,
 merasakan debur ombak menyentuh sela jemari kaki kita.
  
atau memberi terang dipekatnya malam,
memandang kerlip jenaka sang bintang dengan bergandengan tangan…
saling menguatkan dan memberi keteduhan.
Kau terlampau mengerti,
hingga tetap berada disana,
ditempatmu sebelumnya.
Tak akan kuingkari jika kesahajaanmu,
menghancurkan keangkuhanku. kubiarkan,…
 ketika keteduhan matamu mengusikku.
 ketika aku dan kamu melewati waktu

aku tetap mencuntaimu.. .. ..