Minggu, 07 Juli 2013

Bunda (Asih Dewayanti)



Bunda
Hadirmu pernah menjadi pelipur lara aku,
Tatapmu pernah jadi penyemangat aku,
Kasih sayangmu pernah sirami kesendirian aku,
Cintamu pernah damaikan hari-hari aku,
Kita satu, saling menggerti dan memahami.

Namun Kini semua mulai hilang,
Bukan hati menghindar atau menjauh,
Hanya mulai tercipta bahasa yang kita tidak mengerti,
Ada celah penghalang di kisah ini,

Andai sekarang kita mengerti bahasa itu,
Mungkin kini aku tlah critakan kisah sang elang perkasamu
Yang tlah jauh terbang untuk mencari merpatinya,
Dan sekarang sang elang sedang hinggap pada kejenuhan,

To be continue.. .. ..

2 komentar:

  1. bagus...like...tersanjung euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama bunda

      msh bnyak puisi2 ttg bunda
      cma bagus jrg onkine jdi cma trsmpan rapih di lemari

      Hapus