Bunda
Hadirmu
pernah menjadi pelipur lara aku,
Tatapmu
pernah jadi penyemangat aku,
Kasih
sayangmu pernah sirami kesendirian aku,
Cintamu
pernah damaikan hari-hari aku,
Kita satu,
saling menggerti dan memahami.
Namun Kini
semua mulai hilang,
Bukan hati
menghindar atau menjauh,
Hanya mulai
tercipta bahasa yang kita tidak mengerti,
Ada celah
penghalang di kisah ini,
Andai
sekarang kita mengerti bahasa itu,
Mungkin kini
aku tlah critakan kisah sang elang perkasamu
Yang tlah
jauh terbang untuk mencari merpatinya,
Dan sekarang
sang elang sedang hinggap pada kejenuhan,
To be
continue.. .. ..
bagus...like...tersanjung euy
BalasHapussama-sama bunda
Hapusmsh bnyak puisi2 ttg bunda
cma bagus jrg onkine jdi cma trsmpan rapih di lemari